Selasa, 16 Januari 2024

No.918 HR.Muslim musibah

 PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS


Membaca Istirja' dan Doa Ketika Musibah

أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ  مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا إِلَّا أَجَرَهُ اللهُ فِي مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

Daripada Ummul Mukminin, Ummu Salamah isteri Nabi SAW bahawa Rasulullah SAW bersabda: Tiada daripada kalangan hamba (Allah) yang ditimpa suatu musibah, kemudian mengucapkan: “Innā lillāhi wa innā ilaihi rājiʿun (Sesungguhnya kami milik Allah dan pastinya kami akan kembali kepada-Nya), Ya Allah! Aku mohon agar kurniakanlah ganjaran pada musibahku ini, dan berikanlah ganti yang lebih baik daripada musibah ini,” melainkan Allah akan memberikan pahala kepadanya kerana musibah itu dan menggantikan yang lebih baik.” (HR Muslim No: 918) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Musibah adalah ujian yang didatangkan oleh Allah kepada kita dalam bentuk kesusahan, kesakitan, dukacita  seperti kematian, banjir dan sebagainya.

2.  Bersabar terhadap segala musibah yang menimpa adalah tuntutan kepada setiap Muslim.

3.  Musibah yang menimpa seorang mukmin mempunyai banyak hikmahnya antaranya bertujuan untuk menghapuskan dosa dan meningkatkan pahala.

4.  Muslim yang menerima musibah seperti banjir, kemalangan, kesakitan dan sebagainya, disunatkan agar mengucapkan kalimah istirja dan doa yang diajar oleh Rasulullah SAW:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ . اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

“Sesungguhnya kami milik Allah dan pastinya kami akan kembali kepada-Nya, Ya Allah! Aku mohon agar kurniakanlah ganjaran pada musibahku ini, dan berikanlah ganti yang lebih baik daripada musibah ini”.

5.  Orang yang membaca kalimah istirja dan doa diatas apabila menerima musibah akan diberi gantian yang lebih baik antaranya pahala di sisi Allah diatas kesabarannya serta pengampunan dosa.

6.  Sebagai Muslim, kita perlu meyakini bahawa setiap yang berlaku terdapat didalamnya hikmah tertentu.




07hb Dis.  2023
23hb Jamadil Awal 1445H

HR. Muslim no. 2588).

 *ONE DAY ONE HADITS*


Selasa, 14 November 2023 M / 30 Rabi'ul Akhir 1445 H


*Sifat Hamba Allah ﷻ yang Beriman (Bagian 01), TAWADHU*


Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ


“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah  menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (

*Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits*


1️⃣  Yang dimaksudkan di sini, Allah ﷻ akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah ﷻ pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah ﷻ akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,  16: 142)


2️⃣ Tawadhu’ juga merupakan akhlak mulia dari para nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Lihatlah Nabi Musa ‘alaihis salam melakukan pekerjaan rendahan, memantu memberi minum pada hewan ternak dalam rangka menolong dua orang wanita yang ayahnya sudah tua renta. Lihat pula Nabi Daud ‘alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Nabi Zakariya dulunya seorang tukang kayu. Sifat tawadhu’ Nabi Isa 'alaihis salam  ditunjukkan dalam perkataannya,


وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا


“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32). Lihatlah sifat mulia para nabi tersebut. Karena sifat tawadhu’, mereka menjadi mulia di dunia dan di akhirat


3️⃣ Allah ﷻ Ta’ala berfirman,


وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا


“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqon: 63)


Yang dimaksud

 “يمشون على الأرض هوناً ” 


adalah mereka berjalan di muka bumi dalam keadaan tenang dan penuh kewibawaan. Lalu maksud firman Allah ﷻ


 “وإذا خاطبهم الجاهلون “, 


yaitu ketika mereka diajak berbicara orang yang jahil yaitu dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Hamba Allah ﷻ yang beriman membalasnya dengan


 “سلاماً “, 


yaitu perkataan yang selamat dari dosa. (Aysarut Tafasir, 874)


Kata Ibnu Katsir rahimahullah,


فأما هؤلاء فإنهم يمشون من غير استكبار ولا مرح، ولا أشر ولا بطر،


“Adapun mereka berjalan tidak dengan sifat angkuh dan sombong.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,10/319 )


Dalam tafsir Al Jalalain (365) disebutkan,


{ الذين يَمْشُونَ على الأرض هَوْناً } أي بسكينة وتواضع


Mereka -ibadurrahman- berjalan di muka bumi dalam keadaan ‘hawna’ yaitu dalam keadaan tenang dan tawadhu’.


Yang dimaksud berjalan dalam keadaan ‘hawnan’ menurut Mujahid adalah,


يمشون بالوقار والسكينة


“Berjalan dengan penuh kewibawaan dan ketenangan.” (Zaadul Masiir, 6/101).


Wallahu A'lam


*Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an*


Allah ﷻ berfirman :


وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا


“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqon: 63).

HR.MUSLIM NO.223 kebaikan itu sedekah

 PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS


Setiap Kebaikan Adalah Sedekah


عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الْأَشْعَرِيِّ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ – أَوْتَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعُ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا 


Daripada Abu Malik al-Haris ibn `Asim al-Asya’arie RA beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Bersuci itu separuh daripada iman. Ucapan zikir al-Hamdulillah memenuhi neraca timbangan. Ucapan zikir SubhaanaLlah dan al-Hamdulillah kedua-duanya memenuhi ruangan antara langit dan bumi. Sembahyang itu adalah cahaya. Sedekah itu adalah saksi (bukti). Sabar itu adalah sinaran (memberi cahaya). Al-Quran itu adalah hujah bagimu atau hujah ke atasmu. Setiap manusia keluar waktu pagi (berusaha), ada yang menjual dirinya (sama ada kepada Allah dengan melakukan ketaatan atau kepada syaitan dan hawa nafsu dengan melakukan maksiat dan kemurkaan Allah), ada yang memerdekakan dirinya (daripada kehinaan di dunia dan azab akhirat) dan ada pula yang mencelakakan dirinya (dengan melakukan maksiat). (HR Muslim No: 223) Status Hadis Sahih


Pengajaran:


1.  lslam amat menitikberatkan soal kebersihan, sehingga menganggapnya separuh daripada lman. Menjaga kebersihan adalah amat dituntut.


2.  Bersuci merupakan syarat sahnya ibadah. Malah kesucian hati dan ketulusan niat juga menentukan kelurusan amalan setiap individu Muslim. Justeru setiap Muslim perlu sentiasa mengambil perhatian. 


3.  Menjaga ibadat solat akan mendatangkan cahaya petunjuk dan mampu memperbaiki diri seorang muslim terhadap manusia lain, menjadikan ia  berakhlak dan berperilaku terpuji, memiliki sifat kewarakan dan ketakwaan di sisi Allah.


4.  Semua amalan soleh merupakan kebaikan dan keindahan bagi seorang mukmin dan mempunyai nilai yang tinggi. Ada amalan yang menjadi hujah baginya, ada yang menjadi cahaya baginya, ada yang menjadi pemberat timbangannya dan sebagainya. Antaranya;


a.  Zikir al-Hamdulillah akan memenuhi neraca timbangan. 


b.  Zikir SubhaanaLlah dan al-Hamdulillah kedua-duanya memenuhi ruangan antara langit dan bumi. 


c.  Solat adalah cahaya. 


d.  Sedekah adalah saksi (seruan untuk berinfaq pada jalan kebaikan dan bersegera melakukannya dimana hal tersebut merupakan pertanda dan bukti benarnya keimanan).


e.  Sabar adalah sinaran (bersabar ketika mengalami musibah, khususnya apa yang dialami seorang muslim kerana perbuatan amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan).


f.  Al-Quran adalah hujah bagi mukmin (Membaca Al-Quran dengan pemahaman dan mentadabbur (merenungkan) maknanya, mengamalkan kandungannya kerana hal tersebut dapat memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat).


5.  Setiap manusia dalam kegiatan hariannya mendedahkan dirinya sama ada kepada kebaikan atau kecelakaan. Ada yang menjual dirinya kepada Allah, lalu beroleh kebaikan dan kejayaan dan pula ada yang menjual dirinya kepada syaitan lalu beroleh kecelakaan.


6.  Pastikan segala aktiviti harian kita membawa kebaikan dan pahala bukan keburukan dan dosa.


14hb Nov.  2023

30hb Rabiul Akhir 1445H

Kamis, 11 Januari 2024

HR Muslim No: 1006 kurnia dan luas rahmat Allah swt

 PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS


Kurniaan dan Keluasan Rahmat Allah

عَنْ أَبي ذَرٍّ رضي الله عنه قال: أَنَّ أُنَاسَاً مِنْ أَصحَابِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالوا للنَّبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَارَسُولَ الله: ذَهَبَ أَهلُ الدثورِ بِالأُجورِ، يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّيْ، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَيَتَصَدَّقُوْنَ بفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ، قَالَ: أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَّدَّقُوْنَ؟ إِنَّ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَة.وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمَيْدَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بالِمَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ مُنْكَرٍ صَدَقَةٌ وَفِيْ بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِيْ أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ؟ قَالَ:أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فَيْ حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فَي الحَلالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

Daripada Abu Dzar RA  bahawa ada beberapa sahabat  berkata kepada Nabi SAW: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya raya telah pergi membawa pahala yang banyak. Mereka solat sebagaimana kami solat, mereka berpuasa sebagaimana kami juga berpuasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedangkan kami tidak boleh bersedekah).” Baginda SAW bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan untuk kamu sesuatu untuk kalian boleh bersedekah dengannya? Sesungguhnya setiap tasbih itu adalah sedekah, setiap takbir itu adalah sedekah, setiap tahmid itu adalah sedekah, setiap tahlil itu adalah sedekah, memerintahkan kepada hal yang makruf itu adalah sedekah, mencegah kemungkaran itu adalah sedekah, dan dalam kemaluan kalian itu juga terdapat sedekah.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kami jika menyalurkan syahwatnya dia akan mendapatkan pahala?” Baginda bersabda, “Bagaimana pendapat kamu seandainya dia memuaskan nafsu syahawatnya pada yang haram, bukankah berdosa? Demikianlah sebaliknya kalau ia menyalurkannya pada yang halal, tentu dia memperoleh pahala.” (HR Muslim No: 1006) Status Hadis Sahih.

Pengajaran:

1.  Setiap orang sama ada miskin mahupun kaya berpeluang melakukan amal soleh

2.  Muslim yang berharta, di samping melaksanakan ibadat solat dan puasa, dia berpeluang melakukan amal soleh yang lain seperti  bersedekah.

3.  Muslim yang tidak berharta (miskin) juga berpeluang memperolehi ganjaran pahala seperti orang kaya malah mungkin lebih baik. Selain daripada ibadat solat dan puasa kita dianjurkan oleh Rasulullah SAW  menjana ganjaran pahala melalui amalan tasbih, takbir, tahmid, tahlil  dan melakukan kerja dakwah iaitu menyeru kearah kebaikan dan mencegah kemungkaran.

4.  Ganjaran pahala juga diberikan kepada mereka yang memberi nafkah kepada ahli keluarga seperti makan minum dan pakaian juga mendapat pahala apabila seorang suami mengauli isteri atau sebaliknya.

5.  Diantara kebesaran kurniaan Allah kepada Muslim ialah perlakuan suatu adat kebiasaan akan berubah menjadi bentuk ibadah yang diberi pahala apabila disertai dengan niat yang baik kerana Allah dan tidak bercangah dengan syarak.



16hb Nov.  2023
02hb Jamadil Awal 1445H

HR Muslim No: 223) kebaikan adalah shodaqah

 PERKONGSIAN 1 HARI 1 HADIS


Setiap Kebaikan Adalah Sedekah

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْحَارِثِ بْنِ عَاصِمٍ الْأَشْعَرِيِّ  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيْمَانِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلآنِ – أَوْتَمْلأُ – مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعُ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا

Daripada Abu Malik al-Haris ibn `Asim al-Asya’arie RA beliau berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: Bersuci itu separuh daripada iman. Ucapan zikir al-Hamdulillah memenuhi neraca timbangan. Ucapan zikir SubhaanaLlah dan al-Hamdulillah kedua-duanya memenuhi ruangan antara langit dan bumi. Sembahyang itu adalah cahaya. Sedekah itu adalah saksi (bukti). Sabar itu adalah sinaran (memberi cahaya). Al-Quran itu adalah hujah bagimu atau hujah ke atasmu. Setiap manusia keluar waktu pagi (berusaha), ada yang menjual dirinya (sama ada kepada Allah dengan melakukan ketaatan atau kepada syaitan dan hawa nafsu dengan melakukan maksiat dan kemurkaan Allah), ada yang memerdekakan dirinya (daripada kehinaan di dunia dan azab akhirat) dan ada pula yang mencelakakan dirinya (dengan melakukan maksiat). (HR Muslim No: 223) Status Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  lslam amat menitikberatkan soal kebersihan, sehingga menganggapnya separuh daripada lman. Menjaga kebersihan adalah amat dituntut.

2.  Bersuci merupakan syarat sahnya ibadah. Malah kesucian hati dan ketulusan niat juga menentukan kelurusan amalan setiap individu Muslim. Justeru setiap Muslim perlu sentiasa mengambil perhatian.

3.  Menjaga ibadat solat akan mendatangkan cahaya petunjuk dan mampu memperbaiki diri seorang muslim terhadap manusia lain, menjadikan ia  berakhlak dan berperilaku terpuji, memiliki sifat kewarakan dan ketakwaan di sisi Allah.

4.  Semua amalan soleh merupakan kebaikan dan keindahan bagi seorang mukmin dan mempunyai nilai yang tinggi. Ada amalan yang menjadi hujah baginya, ada yang menjadi cahaya baginya, ada yang menjadi pemberat timbangannya dan sebagainya. Antaranya;

a.  Zikir al-Hamdulillah akan memenuhi neraca timbangan.

b.  Zikir SubhaanaLlah dan al-Hamdulillah kedua-duanya memenuhi ruangan antara langit dan bumi.

c.  Solat adalah cahaya.

d.  Sedekah adalah saksi (seruan untuk berinfaq pada jalan kebaikan dan bersegera melakukannya dimana hal tersebut merupakan pertanda dan bukti benarnya keimanan).

e.  Sabar adalah sinaran (bersabar ketika mengalami musibah, khususnya apa yang dialami seorang muslim kerana perbuatan amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan).

f.  Al-Quran adalah hujah bagi mukmin (Membaca Al-Quran dengan pemahaman dan mentadabbur (merenungkan) maknanya, mengamalkan kandungannya kerana hal tersebut dapat memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat).

5.  Setiap manusia dalam kegiatan hariannya mendedahkan dirinya sama ada kepada kebaikan atau kecelakaan. Ada yang menjual dirinya kepada Allah, lalu beroleh kebaikan dan kejayaan dan pula ada yang menjual dirinya kepada syaitan lalu beroleh kecelakaan.

6.  Pastikan segala aktiviti harian kita membawa kebaikan dan pahala bukan keburukan dan dosa.




14hb Nov.  2023
30hb Rabiul Akhir 1445H

𝗦𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗸 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻, 𝗽𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗮𝗹𝗶𝗿 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗶𝘁𝗮

‎مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan (manusia) kepada kebaikan, maka ia memperoleh pahal...