Selasa, 16 Januari 2024

HR. Muslim no. 2588).

 *ONE DAY ONE HADITS*


Selasa, 14 November 2023 M / 30 Rabi'ul Akhir 1445 H


*Sifat Hamba Allah ﷻ yang Beriman (Bagian 01), TAWADHU*


Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,


مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ


“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah  menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (

*Beberapa Pelajaran yang terdapat dalam Hadits*


1️⃣  Yang dimaksudkan di sini, Allah ﷻ akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah ﷻ pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah ﷻ akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,  16: 142)


2️⃣ Tawadhu’ juga merupakan akhlak mulia dari para nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam. Lihatlah Nabi Musa ‘alaihis salam melakukan pekerjaan rendahan, memantu memberi minum pada hewan ternak dalam rangka menolong dua orang wanita yang ayahnya sudah tua renta. Lihat pula Nabi Daud ‘alaihis salam makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Nabi Zakariya dulunya seorang tukang kayu. Sifat tawadhu’ Nabi Isa 'alaihis salam  ditunjukkan dalam perkataannya,


وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا


“Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.” (QS. Maryam: 32). Lihatlah sifat mulia para nabi tersebut. Karena sifat tawadhu’, mereka menjadi mulia di dunia dan di akhirat


3️⃣ Allah ﷻ Ta’ala berfirman,


وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا


“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqon: 63)


Yang dimaksud

 “يمشون على الأرض هوناً ” 


adalah mereka berjalan di muka bumi dalam keadaan tenang dan penuh kewibawaan. Lalu maksud firman Allah ﷻ


 “وإذا خاطبهم الجاهلون “, 


yaitu ketika mereka diajak berbicara orang yang jahil yaitu dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Hamba Allah ﷻ yang beriman membalasnya dengan


 “سلاماً “, 


yaitu perkataan yang selamat dari dosa. (Aysarut Tafasir, 874)


Kata Ibnu Katsir rahimahullah,


فأما هؤلاء فإنهم يمشون من غير استكبار ولا مرح، ولا أشر ولا بطر،


“Adapun mereka berjalan tidak dengan sifat angkuh dan sombong.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,10/319 )


Dalam tafsir Al Jalalain (365) disebutkan,


{ الذين يَمْشُونَ على الأرض هَوْناً } أي بسكينة وتواضع


Mereka -ibadurrahman- berjalan di muka bumi dalam keadaan ‘hawna’ yaitu dalam keadaan tenang dan tawadhu’.


Yang dimaksud berjalan dalam keadaan ‘hawnan’ menurut Mujahid adalah,


يمشون بالوقار والسكينة


“Berjalan dengan penuh kewibawaan dan ketenangan.” (Zaadul Masiir, 6/101).


Wallahu A'lam


*Tema Hadits yang Berkaitan dengan Al-Qur'an*


Allah ﷻ berfirman :


وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا


“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqon: 63).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

𝗦𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗸 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻, 𝗽𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗻𝗴𝗮𝗹𝗶𝗿 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗶𝘁𝗮

‎مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan (manusia) kepada kebaikan, maka ia memperoleh pahal...